Dosen PBSI FKIP UAD, Dr. Iis Suwartini, M.Pd., Resmi Raih Gelar Doktor Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia

Yogyakarta – Kabar membanggakan datang dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Salah satu dosen PBSI FKIP UAD, Dr. Iis Suwartini, M.Pd., berhasil menyelesaikan studi doktoral dan resmi meraih gelar Doktor dalam bidang Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting, tidak hanya bagi Dr. Iis Suwartini secara pribadi, tetapi juga bagi keluarga besar PBSI FKIP UAD. Gelar doktor yang diraih mencerminkan komitmen terhadap pengembangan keilmuan, penelitian, serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Dalam studi doktoralnya, Dr. Iis Suwartini mengangkat disertasi berjudul “Pengembangan Buku Teks Digital Penulisan Karya Sastra Berbasis Keadilan Gender untuk Perguruan Tinggi di Yogyakarta.” Penelitian tersebut menawarkan inovasi dalam pengembangan bahan ajar digital yang mengintegrasikan perspektif keadilan gender dalam pembelajaran penulisan karya sastra di perguruan tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik bagi pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan nilai-nilai kesetaraan dalam dunia pendidikan.
Program Studi PBSI FKIP UAD menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan yang diraih oleh Dr. Iis Suwartini. Capaian ini diharapkan dapat semakin memperkuat budaya akademik di lingkungan UAD, mendorong lahirnya inovasi dalam bidang pendidikan, serta menginspirasi dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, melakukan penelitian, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, PBSI FKIP UAD semakin memperkuat kualitas sumber daya akademik dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.



