Lokakarya Evaluasi OBE dan Refleksi Pembelajaran Prodi PBSI FKIP UAD
/in Pengumuman /by Arif Setiawan
Sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu akademik, Prodi PBSI FKIP UAD menyelenggarakan Lokakarya Evaluasi OBE dan Refleksi Pembelajaran bersama:
Pembicara 1: Roni Sulistiyono, M.Pd.
Pembicara 2: Dr. Yosi Wulandari, M.Pd.
🗓 : Rabu, 28 Januari 2026
⏰ : 08.00 WIB – 12.30 WIB
📍 : Laboratorium PBSI, Gedung Siti Walidah Lt. 7 Kampus 4 UAD
🔖 Wajib! diikuti oleh seluruh dosen pengampu semester gasal 2025/2026 Prodi PBSI FKIP UAD.
Mari bersama melakukan refleksi dan penguatan implementasi OBE demi pembelajaran yang unggul dan berdampak. 📚✨️
– – – – – – –
@klik_uad @kemahasiswaan_uad @pmb_uad @fkip_uad @pbsi_uad @kreskitpbsiuad @teaterjab_uad @hmpspbsiuad
– – – – – – – –
#pbsiuad #uadjogja #bahasaindonesia #sastraindonesia #klikuad #weareuad #universitasahmaddahlan #muhammadiyah #muhammadiyahjogja #pendidikan #peribahasa #kutipan #kutipanjumat #motivasi
Selamat Menempuh Ujian Akhir Semester Tahun Akademik 2025/2026
/in Pengumuman /by Arif Setiawan
Kami mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan Ujian Akhir Semester. Semoga diberikan kemudahan, kelancaran, serta kesehatan dalam setiap proses yang dijalani.
Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sebagai wujud dari usaha dan pembelajaran yang telah ditempuh selama satu semester. Semoga memperoleh hasil yang memuaskan dan menjadi langkah menuju capaian akademik yang lebih baik.
Selamat Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad saw ✨Selamat Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad saw ✨
/in Pengumuman /by Arif Setiawan
Isra Mikraj merupakan peristiwa agung yang sarat makna dan menjadi pengingat bagi umat Islam akan pentingnya keimanan, ketaatan, serta kedekatan kepada Allah SWT. Melalui momentum ini, mari kita senantiasa memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, dan meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj menjadi inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Mahasiswa PBSI Angkatan 2024 Tampilkan Apresiasi Puisi “PARAFRASA” di TBY Yogyakarta
/in Berita /by Arif Setiawan
Yogyakarta (15/1)— Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) kembali menegaskan perannya sebagai ruang pembinaan kreativitas sastra melalui pementasan Apresiasi Puisi bertajuk “PARAFRASA: Menyulam Makna dalam Bingkai Kata 2026”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 15.00–18.00 WIB di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Pementasan ini merupakan karya mahasiswa PBSI angkatan 2024 (semester 3) dalam mata kuliah Apresiasi Puisi. Acara dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan PBSI, guru SMA, serta siswa SMA dari berbagai sekolah. Kehadiran lintas jenjang ini memperlihatkan peran PBSI sebagai penghubung antara dunia akademik dan praktik sastra di sekolah.
Ketua Pelaksana, Nuha Muinnurabid Fitriadi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kaprodi PBSI Roni Sulistiyono dan dosen pengampu mata kuliah, Prof. Dr. Rina Ratih, atas arahan dan pendampingan yang intensif. Ia juga mengapresiasi kehadiran seluruh tamu undangan serta menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Apresiasi Puisi, Prof. Dr. Rina Ratih, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa pementasan ini merupakan bagian penting dari proses belajar mahasiswa dalam memahami puisi tidak hanya sebagai teks, tetapi juga sebagai peristiwa estetik. “Mahasiswa semester 3 sedang belajar tampil, belajar membaca panggung, dan belajar bertanggung jawab atas karya. Tahun depan, panggung ini akan menjadi milik angkatan berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kaprodi PBSI Roni Sulistiyono, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kerja keras mahasiswa semester 3. Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan inspirasi, memperkaya pengalaman estetik, serta mendorong lahirnya karya-karya sastra baru dari lingkungan PBSI.
Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah launching antologi puisi “PARAFRASA: Menyulam Makna dalam Bingkai Kata 2026”, yang secara simbolis diserahkan kepada Kaprodi PBSI. Antologi tersebut menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa PBSI tidak hanya belajar teori, tetapi juga aktif memproduksi karya sastra.
Rangkaian pementasan disajikan secara variatif, meliputi monolog, dramatisasi puisi, puisi berantai, battle puisi, teatrikal puisi, hingga sesi apresiasi pementasan. Setiap segmen menunjukkan keberanian mahasiswa dalam mengeksplorasi makna, emosi, dan tafsir puisi secara kreatif.
Sejumlah penonton memberikan respons positif terhadap penampilan mahasiswa PBSI. Rozi menilai bahwa “pementasan sudah cukup bagus dari semua penampil, pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.” Hata menambahkan bahwa “penampilan sangat baik, penyampaian pembacaan puisi diekspresikan dengan sangat kuat, didukung tata panggung dan lighting yang sangat baik.” Sementara itu, Salman mengungkapkan kesannya terhadap salah satu pementasan bertema cinta, “pementasan pertama sangat berkesan, menampilkan aliran romantik dan realisme, menggambarkan bahwa cinta tidak hanya tentang manisnya, tetapi juga perjuangan.”
Testimoni tersebut memperkuat bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi tugas akademik, tetapi juga berhasil menyentuh aspek estetika dan emosional penonton.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh kru dan pengisi acara. Pementasan ini menegaskan posisi Prodi PBSI sebagai prodi yang aktif, produktif, dan konsisten dalam membangun ekosistem sastra yang hidup, aplikatif, dan relevan dengan dunia pendidikan serta masyarakat.
Mahasiswa PBSI UAD Ikuti Program SEA-Teacher Batch 11 di Filipina
/in Prestasi Mahasiswa /by Arif Setiawan
YOGYAKARTA — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan. Candrika Nur Oktavia, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), terpilih mengikuti Program SEA-Teacher Batch 11 yang diselenggarakan di Central Luzon State University, Filipina.
Keikutsertaan Candrika Nur Oktavia dalam program pertukaran calon guru se-Asia Tenggara tersebut menjadi wujud nyata komitmen PBSI UAD dalam mendorong mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik dan pengalaman internasional.
Program SEA-Teacher merupakan ajang kolaborasi pendidikan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa keguruan untuk melakukan praktik mengajar, observasi sistem pendidikan, serta pertukaran budaya di negara mitra. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengasah kompetensi pedagogik, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, adaptasi lingkungan global, dan jejaring profesional di kawasan Asia Tenggara.
Partisipasi Candrika diharapkan mampu membawa pengalaman berharga yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang akademik di tingkat internasional.
Dengan mengikuti program ini, UAD terus memperkuat perannya dalam mencetak calon pendidik yang unggul, berdaya saing global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.
Mengenal Nama-Nama Gedung di Universitas Ahmad Dahlan: Jejak Tokoh Inspiratif di Kampus I–VI
/in Pengumuman /by Arif SetiawanUniversitas Ahmad Dahlan (UAD) tidak sekadar membangun ruang fisik, tetapi juga merawat nilai dan sejarah melalui penamaan gedung-gedungnya. Setiap gedung di Kampus I hingga VI UAD diberi nama tokoh-tokoh inspiratif yang berjasa dalam dunia pendidikan, dakwah, dan kebangsaan. Penamaan ini menjadi pengingat identitas, nilai perjuangan, dan teladan moral bagi sivitas akademika.
Berikut daftar nama gedung di lingkungan UAD:
Kampus I
-
Gedung Utama Kampus I – Faried Ma’roef
-
Gedung ITC – Djoenda Kartawidjaja
-
Gedung LPP – Faqih Usman
-
Gedung Kampus I Unit B – Noeng Muhadjir
Kampus II
-
Gedung Utama Kampus II – Ahmad Azhar Basyir
-
Gedung Kampus II Unit B – Ahmad Badawi
Kampus III
-
Gedung Utama Kampus III – Muhammad Syoedja’
-
Gedung Laboratorium Terpadu Kampus III – Muhammad Yunus Anis
Kampus IV
-
Gedung Utama Kampus IV – Ahmad Dahlan
-
Gedung Laboratorium Terpadu Kampus IV – Siti Walidah
-
Gedung Fakultas Kedokteran – AR Fachrudin
-
Masjid Islamic Center – Yunahar Ilyas
-
Gedung Persada Putra – Ahmad Syafii Maarif
-
Gedung Persada Putri – Siti Munjiyah
Kampus V
-
Gedung Utama Kampus V – Mas Mansoor
Kampus VI
-
Gedung Utama Kampus VI – Muhammad Sangidu
Penamaan gedung-gedung ini merefleksikan komitmen UAD dalam menanamkan nilai keteladanan, intelektualitas, dan pengabdian kepada mahasiswa. Mengenal nama gedung berarti juga mengenal sejarah perjuangan para tokoh yang menginspirasi perjalanan pendidikan di UAD.
Mari jadikan setiap langkah di kampus sebagai pengingat untuk terus belajar, berkontribusi, dan memberi makna.









