Mahasiswa PBSI UAD Borong Juara di Ahmad Dahlan International Seminar #3 Tahun 2025
/in Prestasi Mahasiswa /by Arif SetiawanYogyakarta (15/11) — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) kembali menorehkan prestasi gemilang pada Ahmad Dahlan International Seminar (ADIS) #3 Tahun 2025, yang menjadi bagian dari rangkaian Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) yang diselenggarakan pada 26–30 Oktober 2025 di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
Dalam kompetisi tingkat internasional tersebut, mahasiswa PBSI UAD berhasil memborong berbagai penghargaan dalam bidang esai dan presentasi ilmiah. Prestasi ini menunjukkan kualitas akademik, kemampuan literasi, serta daya saing mahasiswa PBSI di kancah global.
Deretan Prestasi Mahasiswa PBSI UAD
-
Mutiah Nur Hidayati
Mahasiswa PBSI UAD, alumni SMKN 2 Klaten-
Juara 2 Best Essay Competition
-
Juara Harapan 2 Best Presentation Competition
Subtema: Social, Language, and Cultural — Class J
Lokasi: Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
-
-
Annisa Kamilia Khakim
Mahasiswa PBSI UAD, alumni SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta-
Juara 2 Best Essay Competition
-
Juara Harapan 3 Best Presentation Competition
Subtema: Global Health and Well-Being — Class F
Lokasi: Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
-
-
Priska Maharani
Mahasiswa PBSI UAD, alumni SMAN 1 Prambanan Sleman-
Juara 2 Best Essay Competition
Subtema: Future Education — Class C
Lokasi: Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
-
Capaian mahasiswa PBSI UAD ini menjadi bukti bahwa program studi terus berkomitmen mengembangkan atmosfer akademik yang kompetitif dan mendukung mahasiswa untuk tampil di forum ilmiah nasional maupun internasional. Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bahwa mahasiswa PBSI tidak hanya unggul dalam literasi dan kebahasaan, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan secara global melalui presentasi ilmiah.
Program studi PBSI FKIP UAD memberikan ucapan selamat dan sukses kepada ketiga mahasiswa atas prestasi membanggakan ini. Semoga pencapaian mereka dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya dan semakin mengharumkan nama PBSI UAD di tingkat internasional.
Kuliah Tamu: Seni Menulis Berita Daring Bersama Dr. Nina Widyaningsih
/in Berita /by Arif Setiawan
Yogyakarta, 6 November 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kuliah tamu bertajuk “Seni Menulis Berita Daring” pada Kamis (6/11) bertempat di Laboratorium PBSI UAD. Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Nina Widyaningsih, S.Pd., M.Hum., dan diikuti oleh mahasiswa PBSI UAD serta mahasiswa PBSI Universitas PGRI Yogyakarta.
Dalam paparannya, Dr. Nina menjelaskan bahwa menjadi seorang jurnalis bukan hanya soal menulis berita, tetapi juga harus berpegang pada kode etik jurnalistik. “Ketika kita menjadi jurnalis, kita terikat dengan tanggung jawab moral dan profesional untuk menyampaikan informasi yang benar dan berimbang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perbedaan antara berita daring (online) dan berita cetak. Menurutnya, berita daring memiliki keunggulan dalam hal penyajian, karena dapat memadukan teks, gambar, dan audio sehingga lebih menarik. “Berbeda dengan media cetak yang terbatas pada gambar dua dimensi, berita online lebih interaktif dan pembaca bisa langsung memberikan komentar,” jelasnya.
Selain itu, berita daring tidak memiliki batasan kolom sebagaimana media cetak, sehingga penulis memiliki ruang lebih luas untuk menjelaskan informasi secara lengkap. Namun, Dr. Nina menegaskan bahwa berita daring tetap harus memenuhi dua syarat utama, yaitu menarik dan bermanfaat bagi pembaca.
Dalam sesi berikutnya, Dr. Nina juga membahas langkah-langkah menulis berita yang baik dan benar. Menurutnya, seorang penulis berita harus:
-
Menentukan peristiwa yang layak diberitakan,
-
Mengumpulkan data dan sumber informasi,
-
Menentukan sudut pandang,
-
Menyusun judul yang informatif,
-
Mengembangkan isi berita,
-
Menyertakan referensi,
-
Menyusun penutup berita, serta
-
Menyunting dan memeriksa fakta.
Tak lupa, ia menekankan pentingnya penerapan rumus 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, How) dalam penulisan berita agar informasi yang disampaikan lengkap dan jelas. Selain itu, judul berita harus singkat, jelas, dan mudah dipahami agar mampu menarik perhatian pembaca sejak awal.
Kegiatan kuliah tamu ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika dunia jurnalistik modern serta memiliki keterampilan menulis berita daring yang profesional dan etis.
Mahasiswa PBSI FKIP UAD Lolos Program SEA-Teacher Batch 11
/in Prestasi Mahasiswa /by Arif SetiawanYogyakarta, (4/11)— Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) kembali mencatat prestasi membanggakan. Salah satu mahasiswinya, Candrika Nur Oktavia, alumnus MAN 1 Magelang, berhasil lolos seleksi Program Pertukaran Mahasiswa SEA-Teacher (SEA-Teacher Project) Batch 11.
Program SEA-Teacher merupakan program pertukaran mahasiswa calon guru di kawasan Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization). FKIP UAD menjadi salah satu mitra resmi dalam penyelenggaraan program ini melalui kerja sama dengan SEAMEO-SEAMOLEC, sehingga dapat mengirimkan sekaligus menerima mahasiswa peserta SEA-Teacher dari berbagai negara.
Keikutsertaan mahasiswa PBSI dalam program internasional ini menjadi bukti bahwa PBSI FKIP UAD terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul dan berdaya saing global. Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktik mengajar di sekolah luar negeri, meningkatkan kompetensi pedagogik, sekaligus memperluas wawasan lintas budaya.
Ketua Program Studi PBSI FKIP UAD menyampaikan rasa bangga atas capaian Candrika. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PBSI UAD memiliki kesiapan untuk bersaing dalam program internasional dan membawa nama baik prodi serta fakultas di tingkat Asia Tenggara,” ujarnya.
Candrika berharap program ini menjadi pengalaman berharga untuk memperkaya kemampuan akademik dan profesionalnya sebagai calon pendidik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan pembimbing yang mendukung proses seleksinya.
PBSI FKIP UAD menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Candrika Nur Oktavia atas keberhasilannya. Semoga pengalaman mengikuti SEA-Teacher Batch 11 membawa ilmu yang bermanfaat, inspirasi luas, serta menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama PBSI FKIP UAD di kancah internasional.
A Day at Program Studi PBSI
/in Berita /by Arif Setiawan
Di tengah dinamika pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah baru saja meluncurkan Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia — sebuah kebijakan strategis yang menegaskan pentingnya pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen resmi negara.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol identitas dan kedaulatan bangsa.
Di balik kebijakan ini, kita dihadapkan pada tantangan besar yaitu melemahnya penggunaan berbahasa Indonesia di kalangan generasi muda, meningkatnya dominasi bahasa asing dalam media digital, serta rendahnya minat baca dan literasi kritis.
Di sisi lain, peluang terbuka lebar. Bahasa Indonesia kini telah menjadi bahasa resmi ke-10 di UNESCO. Setara dengan bahasa resmi UNESCO lainnya, yakni Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, Italia, Portugis Arab, Mandarin dan Hindi. Bahasa Indonesia telah diakui secara internasional dan diajarkan di lebih dari 45 negara. Bahasa Indonesia saat ini tengah diusulkan sebagai bahasa resmi ASEAN.
Lalu, bagaimana menyikapi tantangan dan peluang ini?
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UAD telah memiliki akreditasi unggul. Dengan Keunggulan ini PBSI FKIP UAD siap hadir sebagai garda depan dalam menjawab tantangan zaman.
Dengan kurikulum OBE yang adaptif, inovatif dan memanfaatan teknologi secara maksimal, Prodi PBSI FKIP UAD membekali mahasiswa dengan berbagai macam kompetensi diantaranya kompetensi pedagogis, linguistik, dan kesusastraan. Termasuk kompetensi di bidang literasi digital, penulisan kreatif, jurnalistik, kepenyiaran dan perfilman.
Didukung oleh dosen-dosen berpengalaman dan fasilitas pembelajaran yang modern, Prodi PBSI FKIP UAD mendorong lahirnya pendidik pemula dan peneliti bidang bahasa dan sastra Indonesia, wirausahawan di bidang pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, serta praktisi di bidang jurnalistik, kepenyiaran dan perfilman. PBSI
Melalui riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi pembelajaran, PBSI FKIP UAD berkomitmen menjadi pusat unggulan dalam pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Mari kita jaga dan kembangkan Bahasa Indonesia. Bahasa pemersatu bangsa, jendela budaya, dan identitas bangsa Indonesia di mata dunia.
Semua bisa kuliah di UAD
Prodi PBSI FKIP UAD Resmi Raih Akreditasi Unggul
/in Berita, Prestasi Mahasiswa /by Arif SetiawanYogyakarta, 29 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Berdasarkan Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 2039/SK/LAMDIK/Ak/S/X/2025, PBSI FKIP UAD resmi meraih peringkat akreditasi Unggul dengan nilai 3.81.
Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Oktober 2025 dan berlaku sejak 14 September 2025 hingga 13 September 2030. Status Unggul ini sekaligus memperbarui capaian sebelumnya, yaitu akreditasi A, yang pernah disandang oleh Prodi PBSI FKIP UAD.
Ketua Program Studi PBSI FKIP UAD, Roni Sulistiyono, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, akreditasi Unggul ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh sivitas akademika PBSI. Kami akan terus berupaya menjaga mutu pembelajaran, riset, dan pengabdian agar semakin relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Peringkat Unggul yang diperoleh menjadi bukti bahwa PBSI FKIP UAD telah memenuhi standar tertinggi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi kependidikan. Capaian ini memperkuat posisi PBSI sebagai salah satu program studi unggulan yang konsisten menjaga kualitas akademik, profesionalisme lulusan, serta kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
PBSI FKIP UAD Selenggarakan Kuliah Umum: Linguistik Forensik
/in Berita /by Arif SetiawanYogyakarta, 28 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) menyelenggarakan Kuliah Umum: Linguistik Forensik.
Kegiatan yang berlangsung di Educators Hall FKIP UAD pukul 09.00–12.00 WIB ini diikuti oleh 117 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa PBSI.
Acara dibuka oleh Roni Sulistiyono, M.Pd., dosen PBSI FKIP UAD. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya momen Sumpah Pemuda sebagai pengingat untuk menjaga dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia.
“Hari ini kita memperingati Sumpah Pemuda dengan cara yang bermakna, yaitu belajar menjaga dan menggunakan bahasa Indonesia yang santun dan baik. Harapannya, mahasiswa PBSI mampu menjadi ahli bahasa profesional yang berperan tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai praktisi linguistik forensik,” ujar Roni.
Kuliah umum menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. dari FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai narasumber utama. Dalam materinya, Prof. Rohmadi menjelaskan pentingnya linguistik forensik sebagai cabang ilmu bahasa yang berperan dalam penegakan hukum melalui analisis terhadap data kebahasaan, baik lisan maupun tulis.
Beliau menegaskan bahwa seorang ahli linguistik forensik harus memahami teks, konteks, dan koteks untuk menelusuri maksud, tujuan, serta dampak ujaran di ranah publik. “Banyak kasus hukum yang berawal dari ujaran kebencian, fitnah, atau perbedaan tafsir bahasa. Di sinilah pentingnya peran ahli bahasa untuk memberi analisis ilmiah yang dapat membantu proses peradilan,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Prof. Rohmadi berpesan agar mahasiswa PBSI terus meningkatkan literasi bahasa dan kemampuan analisis linguistik.
“Membacalah untuk menulis, dan menulislah untuk dibaca umat sepanjang hayat. Jadilah pengguna bahasa yang sehat, santun, dan berkarakter,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, PBSI FKIP UAD menunjukkan komitmennya dalam memperkuat bidang kajian linguistik forensik sekaligus mempersiapkan lulusan yang literat, kritis, dan berintegritas dalam menjaga martabat bahasa Indonesia.











