Lokakarya Penyusunan Kurikulum PBSI FKIP UAD Sukses Digelar di Hotel Grand Rohan Yogyakarta
Yogyakarta, 22 Juli 2024 – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Lokakarya Penyusunan Kurikulum pada hari Senin, 22 Juli 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Rohan Yogyakarta dan diselenggarakan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk dosen, tenaga kependidikan, serta praktik pendidikan.
Lokakarya ini bertujuan untuk menyusun dan menyempurnakan kurikulum PBSI yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia pendidikan. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PBSI FKIP UAD, Roni Sulistyono, M.Pd., menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif dan relevan dengan tantangan di era digital. “Kurikulum yang baik harus mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan tantangan global, sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal,” ujarnya.
Selain sesi pemaparan materi, lokakarya juga diisi dengan kelompok diskusi yang difasilitasi oleh tim dosen PBSI. Peserta mengikuti beberapa kelompok untuk membahas aspek-aspek kurikulum, seperti pencapaian pembelajaran, struktur kurikulum, dan metode evaluasi. Hasil diskusi ini kemudian dipresentasikan dan dibahas secara pleno untuk mendapatkan masukan dan rekomendasi.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari para peserta. Salah satu peserta, Dr. Siti Salamah, M.Hum., menyatakan bahwa lokakarya ini sangat bermanfaat untuk menyelaraskan sinkronisasi dengan kebutuhan dunia kerja. “Dengan kurikulum yang terus diperbarui, diharapkan lulusan PBSI UAD dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Lokakarya Penyusunan Kurikulum PBSI ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menghasilkan kurikulum yang inovatif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan pemangku kepentingan. Dengan demikian, Program Studi PBSI FKIP UAD siap mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.