Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Seminar Nasional SAGA #3 dengan tema ‘Spirit Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital’, Sabtu (7/8) secara virtual. Dalam seminar itu, ada tiga pembicara yang hadir, yaitu Prof Dr Faruk SU (UGM), Prof Dr Haryadi MPd (UAD) dan Dr Sumarwati MPd (UNS).

“Melalui seminar ini, Prodi PBSI UAD ingin menumbuhkan spirit Merdeka Belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital. Seminar ini diikuti mahasiswa, guru dan dosen. Saya lihat antusiasme peserta dan pemakalah cukup bagus,” ucap Ketua Prodi PBSI UAD Roni Sulistiyono MPd, didampingi Dr Puwati Zisca Diana MPd, Ketua Panitia, Selasa (10/8).

Dalam presentasinya, Prof Faruk menjelaskan pengaruh teknologi digital terhadap perkembangan sastra Indonesia. Di Indonesia, lanjutnya, internet kini menjadi media publikasi atau penyebaran karya sastra oleh sastrawan. “Munculnya Instagram dan Twitter, juga melahirkan banyak fiksi mini dan puisi yang multimedia, yang menggunakan foto atau video sebagai ilustrasinya,” ujarnya.

Perihal kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dalam Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Haryadi menyebutkan, kegiatan magang, bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia sangat penting. Mahasiswa tersebut dapat belajar ilmu penyuntingan, jurnalistik, hubungan masyarakat dan penulisan karya ilmiah. “Ilmu-ilmu itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa PBSI di masa depan,” tegasnya.